Blog

Wisata Ciwidey, wisata Bandung, wisata kawah putih, Glamping Lakeside, Situ Patenggang, Rancawalini

Wisata Ciwidey

Wisata Ciwidey Kawah Rengganis

Ciwideytour – KAWAH aktif itu bernama Kawah Rengganis. Kawah tersebut berlokasi di kawasan perkebunan teh milik PT Perkebunan Nusantara VIII di Kampung Cibuni, Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Oleh karena itu, kawah tersebut disebut Kawah Cibuni.

Kawah Rengganis terbentuk dari proses alam jutaan tahun lalu. Kawah tercipta dari letusan Gunung Sunda Purba atau fenomena alam yang terjadi di kawasan Gunung Patuha, seperti di Kawah Putih Ciwidey.

Pancuran Kawah Rengganis

Kawah mengeluarkan sumber energi panas bumi yang bisa dinikmati uap airnya atau air panasnya untuk berendam.

Zaman dahulu kala, kawah ini bukan bernama Kawah Rengganis, melainkan Kawah Cibuni. Namun, karena sudah beralih pengelolaannya, tempat ini menjadi bernama Kawah Rengganis. Diberi nama Kawah Cibuni karena memang juga masih termasuk di kawasan Cibuni.

Berbeda dengan Kawah Putih yang berada di satu kawasan wisata, Kawah Rengganis merupakan kawah yang tidak terlalu besar namun mempunyai batuan yang besar, tinggi dan terjal. Bukan hanya itu saja, perbedaan yang mencolok diantara dua kawah tersebut adalah hijaunya tanaman.

Di Kawah Rengganis, masih dikelilingi oleh hijaunya pepohonan, namun di Kawah Putih, tidak terlalu rimbun dengan pepohonan, dan cenderung gersang karena banyak pepohonan yang mati di sana. Lalu, perbedaan lainnya untuk Kawah Rengganis dengan Kawah Putih adalah bau belerang.

Di Kawah Rengganis, bau belerang memang tidak terlalu menyengat, namun di Kawah Putih, bau belerang sangat tajam tercium oleh hidung.

Keunikan Kawah Rengganis. credit photo: infobdg,com

Salah satu daya tarik di Kawah Rengganis adalah terdapatnya beberapa geyser kecil. Geyser ini menyemburkan uap panas dengan skala besar, itu artinya uap ini bisa dimanfaatkan untuk sauna alami. Nah, karena hal ini juga, Kawah Rengganis terkenal dengan beberapa sumber mata air panasnya yang alami.

Belerang yang tidak terlalu pekat dan suhu air yang cukup panas, merupakan kombinasi tepat untuk berendam di sana nih, bro! Hal ini semakin diperkuat oleh beberapa fakta serta mitos bahwa air panas yang bercampur belerang ini mampu menyembuhkan berbagai penyakit.

Kawah Rengganis

Dengan nama Kawah Rengganis, pengelolaan kawah berada di bawah manajemen tempat wisata Glamping Lakeside Rancabali. Pengunjung bisa masuk melalui gerbang kawah langsung atau memakai tiket terusan dari Glamping Lakeside.

Di kawasan ini, pengunjung bisa melakukan aktivitas geotrek, yaitu wisata jalan-jalan dengan nilai tambah informasi dan narasi ilmu pengetahuan alam seperti bagaimana terbentuknya kawah dan lain-lain, mencakup penjelajahan, pengetahuan, dan  persahabatan di antara pengunjung rombongan.

Untuk sampai ke sana, dibutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan dari Soreang. jika berangkat dari Ciwidey, kawah berada di sisi kiri jalan, kira-kira 15 menit atau 2 kilometer dari Situ Patengan. Di area tersebut ada papan petunjuk bertuliskan ”Kawah Rengganis”.

Akses jalan menuju area kawah baru dapat dilalui kendaraan roda dua. Jika menggunakan kendaraan roda empat, harus memarkirkannya di tempat parkir yang berada di pinggir Jalan Raya Rancabali–Ciwidey atau di dekat gerbang.

Setelah melewati pos tiket, kita bisa menggunakan sepeda motor, jasa ojek, atau jalan kaki menuju lokasi kawah. Setelah mengikuti jalan dengan lebar dua meter, pengunjung akan menemukan perkampungan.

Perkampungan itu adalah perkampungan Kawah Cibuni atau Kampung Kawah. Dalam bahasa Indonesia ”buni” berarti tersembunyi.

Selama perjalanan, pengunjung disuguhi pemandangan asri perkebunan dan fauna yang menyejukkan hati.

Aroma khas belerang dan bebatuan kapur berwarna kuning yang menyembul dari balik semak-semak begitu terasa.

Keindahan alam Kawah Rengganis tak kalah dengan Kawah Putih atau Kawah Kamojang yang telah lebih dulu populer. Di Kawah Rengganis, bau belerangnya tidak terlalu menyengat.

Di Kawah Rengganis, airnya dapat digunakan untuk mandi dan berendam. Pengunjung bisa melihat banyak bebatuan besar yang tersebar di sungai.

Hal itu menciptakan beberapa kolam yang dilengkapi pancuran. Kabarnya, mandi di sana bisa menjadi salah satu cara alternatif untuk pengobatan.

Suasana kolam rendam air panas yang alami dengan beberapa pancuran dan aliran air sungai dingin yang menyatu, sedikit mirip dengan pemandian di Jepang (onsen).

Beberapa pancuran mata air panas dan beberapa kolam mengepulkan uap, bisa untuk sauna alami.

Air panas serta lumpur di Kawah Rengganis dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Ada yang menggunakan lumpur hitam di sekitar kawah sebagai masker wajah dan tubuh. Ada juga yang ke Kawah Rengganis dengan tujuan ziarah.

Beberapa peziarah mengunjungi makam yang ada di areal Kawah Rengganis sebagai makam pembuka kawasan kawah dan juga makam warga Cibuni

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *